Laman

banner

Selasa, 19 Maret 2013

Tanggapan Kelompok Empat



Kelompok tiga telah memaparkan jenis motivasi menurut pembagian dari Woodworth dan Marquis. Yang saya tanyakan adalah pada poin c, yakni motif objektif. Di sana dijelaskan bahwa motif objektif itu menyangkut kebutuhan untuk melakukan eksplorasi, melakukan penipulasi, untuk menaruh minat. Mohon beri penjelasannya lagi dan berikan contohnya.
Terima kasih.
Penjelasan dari motif objektif menyangkut kebutuhan untuk melakukan eksplorasi, melakukan penipulasi, untuk menaruh minat beserta contohnya. Sebelumnya, kami minta maaf kata “penipulasi" di situ sebenarnya adalah manipulasi ada kesalahan dalam pengetikan. Nah, penjelasannya seperti ini.

Motif objektif melakukan eksplorasi itu lebih mengeksplorasi diri terhadap objek secara utuh. Contoh : mengeksplorasi diri dalam bidang sastra berarti dia harus melakukan hal yang berhubungan dengan sastra. Misalnya saja, mencari, mempelajari secara mendalam, mengumpulkan tentang sastra.

Motif objektif melakukan manipulasi itu meniru gaya orang lain. Contoh : menyesuaikan dengan kepribadian dari orang yang meniru dengan mencocokan konsep yang dimiliki. Misalnya, dia mengagumi seseorang yang selalu tampil dengan perpect. Karena, yang mengagumi sesuai dengan kepribadian yang dia miliki kalau dia juga selalu tampil perpect.

Motif objektif untuk menaruh minat itu mendorong diri sendiri agar bisa menguasai sesuatu (objek) contoh (dalam bidang sastra) : mendorong diri sendiri agar bisa menguasai sastra, mempelajari dan memiliki keingintahuan yang sangat besar dalam bidang tersebut.

Maaf sebelumnya, tadi saya lupa menuliskan nama.
saya SAPERIAH NIM A1B110243...

Nurul Hidayah
NIM A1B110224

Kelompok 3 telah menjelaskan tentang motivasi dan aktivitas belajar. Saya ingin bertanya, apa hubungan motivasi dan aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar?
Apakah hubungan tersebut terjadi secara timbal balik?
Terima kasih

KUSNIATI ANDRIANI
NIM A1B110215

Menanggapi pertanyaan Nurul, menurut saya hubungan motivasi dengan aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar sangat mempengaruhi dalam proses belajar . motivasi sangat dibutuhkan dalam proses mengajar keduanya ada hubungan timbal balik saling berkaitan dan membutuhkan. Kegiatan belajar mengajar membutuhkan motivasi misalnya di awal pengajaran guru memberikan motivasi untuk memicu semangat belajar, jadi motivasi yang besar sangat mempengaruhi kualitas hasil belajar.
Sebelumnya terima kasih saudari Norhalimah, saudari Kusniati Andriani dan saudari Rizka Arie Ani yang sudah membantu menjawab pertanyaan dari saudari Nurul.

Kami sependapat dengan penjelasan dari mereka kalau motivasi memiliki peranan yang strategis dalam aktivitas belajar siswa. Sebab, tidak ada seorangpun yang belajar tanpa adanya motivasi. Motivasi itulah yang memberikan suatu dorongan untuk melakukan aktivitas tanpa adanya motivasi maka aktivitas tidak akan mencapai hasil yang maksimal.
Tanggapan Kelompok 4
Menanggapi dari pertanyaan saudari nurul, menurut saya bahwa jelas ada hubungannya antara motivasi dengan aktifitas kegiatan belajar mengajar serta akan menjadi sebuah timbal balik, karena motivasi akan  mendorong siswa untuk rajin serta aktif dalam belajar. Selain itu, apabila siswa termotivasi baik dari dirinya sendiri atau dari lingkungannya maka akan mempengaruhi siswa tersebut dalam hasil belajarnya.

SISWANTO ADI SAPUTRO
NIM A1B110233

Dari penjalasann kelompok 3 yang membahas mengenai motivasi dan aktivitas dalam belajar disitu kelompok menjelaskan bahwa Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar.
jadi pertanyaan saya adalah seandainya kalian menjadi seorang pengajar suatu saat nanti, motivasi seperti apa yang akan kalian berikan kepada siswa sehingga dapat mendorong siswa tersebut menjadi siswa yang bisa dikatakan sebagai siswa yang bisa belajar dengan baik ketika dalam proses pembelajaran.
Terimakasih.
Motivasi yang akan kami berikan kepada siswa sehingga dapat mendorong siswa tersebut menjadi siswa yang bisa dikatakan sebagai siswa yang bisa belajar dengan baik ketika dalam proses pembelajaran adalah motivasi yang erat kaitannya dengan minat siswa. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. Misalnya dalam bidang pembelajaran berbahasa Indonesia. Dengan memberikan dorongan mengenai bagaimana pentingnya menggunakan bahasa yang benar dan sesuai kaidah.
Terima kasih
Tanggapan Kelompok 4
Menanggapi pertanyaan saudara siswanto adi saputro jika saya menjadi guru motivasi yang akan saya berikan kepada siswa sehingga dapat mendorong siswa tersebut menjadi siswa yang bisa dikatakan sebagai siswa yang bisa belajar dengan baik ketika dalam proses pembelajaran adalah saya akan memotivasi siswa dengan mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku siswa, sehingga siswa akan lebih termotivasi untuk belajar.

Nama : Abdul Hamid
NIM : A1B110201
Perilaku manusia terpengaruh oleh 3 (tiga) komponen yaitu:
a) Komponen afektif adalah aspek emosional. Komponen ini terdiri dari motif sosial, sikap, dan emosi.
b) Komponen kognitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan.
c) Komponen konatif adalah terkait dengan kemampuan dan kebiasaan bertindak.
Kepada kelompok 3 coba berikan penjelasan secara sederhana serta berikan contonya mengenai tiga komponen perilaku manusia terpengaruh ?
Iya, saudara Hamid. Pertanyaan yang bagus.
Di sini kami akan mencoba menjelaskan secara sederhana.
Perilaku manusia terpengaruh oleh 3 komponen, yaitu:
a. Komponen efektif, di lihat dari aspek emosional yang terdiri dari motif sosial, sikap, dan emosi. Hal ini adalah pengaruh yang timbul dari faktor sosial, sikap, dan emosi. Misalnya, pada suatu hari, kita melihat satu keluarga di lingkungan kita yang terkena bencana. Mereka sangat kelihatan menderita. Melihat hal itu, kita berpikiran untuk membantunya. Nah, dorongan itulah yang mempengaruhi diri kita untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
b. Komponen kognitif, yaitu suatu pengaruh yang disebabkan oleh pengetahuan. Maksudnya, pengaruh ini disebabkan oleh tingkat pengetahuan seseorang, misalnya seseorang yang pengetahuannya lumaian bagus, berbeda pola pikir dengan orang yang pengetahuannya yang sedang-sedang saja. Contohnya, siswa SD kelas VI dengan SMP VII, pola pikir meraka berbeda berdasarkan pengetahuan.
c. Sebelumnya kami mohon maaf, ada kesalahan pengetikan pada poin ini tepatnya pada kata ‘konatif’ yang benar adalah ‘konotatif’ maafkan kami.
Pada komponen konotatif ini, pengaruh berasal dari kemampuan dan kebiasaan bertindak. Misalnya, ada seorang siswa yang sering bertanya atau bisa dibilang aktif dalam pembelajaran di dalam kelas dan seorang siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran di dalam kelas. Mereka berdua diminta untuk membaca cerita di depan kelas. Pengaruhnya pasti terlihat jelas di situ. Siswa yang aktif akan membaca cerita dengan santai dan senang, sedangkan siswa yang kurang aktif akan membaca cerita dengan rasa terburu-buru ingin cepat selesai dan rasa takut kalau ceritanya salah.
Terima kasih

Norhalimah
NIM A1B110239

Mencoba membantu menjawab pertanyaan dari Nurul.
Dari sebuah situs yang saya baca mengenai motivasi dan aktivitas, bukan adanya hubungan timbal balik, melainkan motivasi adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas. Kharomah (2009: 20) motivasi memiliki peranan yang strategis dalam aktivitas belajar siswa, sebab tidak ada seorangpun yang belajar tanpa adanya motivasi.
Motivasi adalah suatu dorongan yang menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas. Seseorang tergerak untuk melakukan sesuatu itu karena berhubungan dengan kebutuhannya. Karena kebutuhan terhadap sesuatu objek, seseorang termotivasi untuk berbuat dan bertindak guna memenuhi tuntutan kebutuhan tersebut, oleh karena itu seseorang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu apabila terkait dengan kebutuhannya, jadi kebutuhan itu sebagai pendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas.
Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar yang penting bagaimana menciptakan kondisi atau suatu proses yang menyerahkan siswa itu untuk melakukan aktivitas belajar. Oleh karena itu, peran guru dalam hal ini sangat penting. Bagaimana guru melakukan usaha-usaha untuk dapat menumbuhkan dan memberikan motivasi agar siswa dapat melakukan aktivitas belajar dengan baik. Untuk belajar dengan baik diperlukan proses dan motivasi yang baik pula.

Sumber :
Kharomah, Isti. 2009. Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Matholi’ul Anwar Karanggeneng Lamongan. Malang: UIN Malang.
Rizka Arie Ani, A1B110230

menanggapi pertanyaan dari Nurul Hidayah...
Menurut saya, hubungan motivasi dengan aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar adalah jika ada motivasi maka aktivitas mengajar menjadi baik dan membuat peserta menjadi aktif dalam mengikuti pembelajaran. Motivasi mempunyai hubungan erat dengan aktivitas belajar, karena motivasi merupakan pendorong yang membuat siswa dapat menyimak , memperhatikan dan menjalani proses belajar dengan baik dan optimal. Motivasi dapat menjadi kekuatan yang memunculkan energy untuk melakukan aktivitas sebab untuk meningkatkan aktivitas belajar mengajar kita perlu motivasi belajar yang tinggi.
Okta Maria Ulva
AlBll0216
(Kelompok 4)

Di sini kelompok menjelaskan mengenai motivasi dan aktivitas dalam belajar. Yang saya tanyakan, bagaimana cara memberikan motivasi xg sesuai dengan aktivitas?
Terimakasih
Kusniati Andriani
Nim A1B110215

Menanggapi pertanyaan saudari okta, mungkin yang yang dimaksud saudara aktivitas disini lebih aktivitas disaat terjadi proses belajar mengajar di sekolah menurut saya memberikan motivasi yang sesuai dengan aktivitas bisa diawal proses belajar maksudnya di sini sebelum seorang guru memberikan materi inti seorang guru memberikan motivasi kepada anak didiknya untuk memicu semangat belajar. memberikan motivasi sangatlah penting untuk anak didik agar mereka selalu terpacu untuk maju .
Tangapan Kelompok 4:
Menanggapi pertanyaan saudari okta, menurut saya memberikan motivasi yang sesuai dengan aktivitas yaitu itu dengan cara melakukan pujian atas prestasi yang siswa dapat dan bisa juga seperti yang kita lihat waktu awal belajar guru memberikan motivasi agar siswa lebih semangat dalam beraktivitas dikelas maupun diluar lingkungan kelas dan menjadikan siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar karena sudah tertanam motivasi dari diri siswa tersebut.
Delapan Langkah Memotivasi Belajar Siswa

1. Pujian Verbal
Dalam bahasa Inggris banyak sekali kata-kata yang bisa kita gunakan untuk memuji siswa, seperti great job, good, awesome, amazing, well done, outstanding, superb, wonderful, dan lain-lain. Di dunia barat, memberi pujian secara verbal dan spontan adalah hal yang lumrah, biasa dilakukan oleh siapa saja, suami kepada istri, anak, saudara, kita kepada teman atau orang lain. Budaya di Indonesia memberi pujian secara verbal belum umum dilakukan karena kita tak terbiasa mengekspresikan perasaan secara langsung. Hanya sedikit kata-kata yang mewakili ekspresi perasaan, seperti luar biasa, bagus, baik, keren dan lumayan. Jadi, berilah pujian secara verbal dan langsung kepada siswa Anda sekecil apapun yang dilakukan oleh mereka. Misalnya biasakan mengucapkan terima kasih bila murid membantu membawakan buku. Ucapkan ‘usahamu bagus’ bila Anda melihat murid Anda berusaha mengerjakan soal matematika meski ia masih salah menjawabnya.

2. Poin Kelompok
Poin kelompok merupakan salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar di kelas. Bahkan dapat pula menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kerjasama. Caranya mudah. Bentuklah kelompok kompetisi saat Anda ingin memberi pertanyaan pada siswa. Ooin bisa 1 sampai 10 atau 10 sampai 100 sesuai kebutuhan. Poin tak hanya untuk kelompok yang dapat menjawab pertanyaan, tapi dapat juga diberikan ketika Anda fokus pada managemen kelas, misalnya kelompok yang paling rajin, kompak, atau bersemangat.

3. Umumkan di Kelas
Jika Anda ingin meningkatkan rasa bangga, martabat, atau eksistensi siswa, bacalah karya-karya siswa di depan semua murid. Berilah komentar positif dan hal-hal yang perlu ditingkatkan. Mintalah teman-temannya untuk berkomentar positif terhadap hasil karya temannya.

4. Menulis Komentar Positif
Jika Anda memeriksa pekerjaan siswa, jangan hanya memberi angka. Berilah komentar positif dibukunya dengan kalimat, bukan sekadar tulisan ‘bagus’. Jeli dalam melihat kelebihan siswa akan membuat siswa merasa istimewa di mata gurunya.

5. Pemilihan Murid Berprestasi
Pemilihan murid berprestasi tidak harus difokuskan pada nilai angka. Sebagai guru, Anda dapat menentukan kriteria bersama-sama dengan siswa di kelas untuk menetapkan pemilihan siswa berprestasi secara berkala. Kriteria bisa berdasarkan pada seringnya menunjukkan kemajuan belajar, usaha yang dilakukan, sikap, detail pekerjaan, semangat belajar dan sebagainya. Pentingnya menentukan kriteria bersama dapat berdampak positif terhadap siswa di kelas, yaitu menumbuhkan rasa saling memiliki.

6. Stiker dan Stempel
Memberikan penghargaan terhadap hasil kerja siswa dapat dilakukan dengan cara menempel stiker, mencap dengan stempel kartun, atau Anda dapat menggambar bintang di buku mereka dan memberi komentar positif. Misalnya dengan mengatakan: “Pekerjaanmu istimewa, kamu sudah menunjukkan usaha yang luar biasa. Yang perlu ditingkat adalah….” Tunjukkan bahwa murid Anda adalah istimewa.

7. Grafik Prestasi
Buatlah satu lembar grafik berupa grid atau seperti dalam buku kotak-kotak, yang berisi nama siswa seluruh kelas. Setiap kali Anda menemukan siswa menunjukkan kemajuan, baik akademik maupun tingkah laku, maka siswa akan mewarnai satu kotak pada grafik. Berapa kotak yang harus diwarnai, terserah kebijakan Anda sebagai guru. Grafik ini dapat memudahkan guru dalam memantau perkembangan akademik dan tingkah laku siswa. Grafik ini dapat pula menumbuhkan jiwa kompetensi. Siswa yang grafiknya rendah akan terpacu untuk belajar giat.

8. Tulis Nama Siswa di Papan Tulis
Cara yang paling mudah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan membuat siswa merasa istimewa adalah dengan menuliskan namanya di papan dan menggambar bintang di sebelahnya.


Rujukan http://suaraguru.wordpress.com/2012/07/15/delapan-langkah-memotivasi-belajar-siswa/
Rizka Arie Ani, A1B110230
Saya sependapat dengan saudari Kusniati Andriani,
Saya akan memberikan contoh bagaimana cara memberikan motivasi yang sesuai dengan aktivitas berdasarkan pujian verbal, dalam kegiatan belajar mengajar Ucapkan ‘usahamu bagus nak’ bila Anda melihat murid Anda berusaha mengerjakan soal Bahasa Indonesia meski ia masih salah menjawabnya. Kita sebagai guru jangan sampai menyalahkan murid tersebut dalam menjawab, namun memberikan motivasi untuk meningkatkan aktivitas murid untuk lebih mencari jawabannya dengan cara bertanya/mendiskusikannya dengan teman lainnya. Jadi, Motivasi dapat menjadi kekuatan yang memunculkan energy untuk melakukan aktivitas sebab untuk meningkatkan aktivitas belajar mengajar kita perlu motivasi belajar yang tinggi,
Terima kasih saudari Kusniati Andriani dan Rizka Arie Ani yang sudah membantu menjawab pertanyaan dari saudari Okta Maria Ulva.
Kami sependapat dengan jawaban mereka berdua jawaban mereka sangat bagus.

Saya akan mencoba menambahkan sedikit sesuai pengalaman pribadi saya. Hehehehe
Menurut buku yang pernah saya baca "Cara Mengajar yang Efektif" karangan E. Nasution kemudian saya terapkan di dalam tugas saya ketika menjadi guru pengajar (PPL) caranya adalah sebagai berikut.
1. dengan mengetahui alokasi waktu yang tersedia;
2. menguasai materi yang akan disampaikan;
3. memberikan umpan balik (berupa pujian atau hadiah);
4. memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan inisiatif atau pertanyaan.
Terima kasih.

Raudatul Janah
NIM A1B110255

Kelompok menjelaskan motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Manusia adalah makhluk berjasmani, sehingga perilakunya terpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmaninya. Saya ingin bertanya tentang penjelasan mengenai insting tersebut dan berikan contohnya! Terima kasih
Baik saudari Janah AzZura, pertanyaan yang bagus
Di sini kami akan mencoba menjawab. Tetapi sebelumnya kami minta maaf, ada kekeliruan pada jawaban kami yang pertama.
Insting adalah pola tingkah laku yg bersifat turun-temurun yg dibawa sejak lahir. Contohnya ada seorang siswa, dulu ayahnya rajin belajar sewaktu kecil. kemudian setelah memiliki anak, tingkah laku itu turun ke anaknya tersebut. Jadi, anak tersebut memiliki insting dari ayahnya. Terima kasih

KUSNIATI ANDRIANI
NIM A1B110215

Ada 3 jenis motivasi menurut pembagian dari woodworth dan marquis. Kalau menurut pemahaman saya 3 jenis motivasi yang dipaparkan kelompok lebih kepada motif. Jadi, Jelaskan 3 jenis motivasi yang berkaitan dengan motivasi!
Terima kasih atas pertanyaannya saudari Ani. Pertanyaan yang bagus.
Kami ingin mencoba menjawabnya
Menurut kelompok kami sebenarnya 'motif' dengan 'motivasi' itu mempunyai makna yang sama, yaitu sama-sama mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang ingin dicapainya. Apabila hal itu tercapai, maka timbullah kepuasan tersendiri dari diri orang tersebut, hal itulah yang disebut dengan tujuan.
Jadi, kesimpulannya 3 jenis motivasi menurut Woodworth dan Marquis adalah 3 jenis motivasi atau motif. Terima kasih

Nama : Harmah
NIM : A1B110211

Dari macam-macam motivasi menurut kalian motivasi ekstrinsik itu apakah bisa mempengaruhi siswa dalam kegiatan belajar mengajar agar lebih efektif? lalu dalam kegiatan belajar mengajar motivasi ekstrinsik itu seberapa pentingnya untuk siswa?
Iya, terima kasih atas pertanyaannya. pertanyaan yang bagus ini.
Menurut kelompok kami, macam-macam motivasi itu semua efektif untuk mempengaruhi para peserta didik menjadi lebih maju dalam bidang belajar mengajar, bahkan dalam bidang lain pun bisa mempengaruhi. semua itu tergantung pada penyampaian motivasi kepada peserta didik. jika motivasi diberikan dengan baik dan benar, peluang untuk sukses peserta didik dalam belajar mengajar akan cukup besar. dan peran peserta didik pun mempengaruhi jalannya proses motivasi. artinya setelah kita memberikan motivasi, baik motivasi instrinsik maupun ekstrinsik, yakinlah bahwa mereka akan sukses dalam mengarungi proses belejar. pada intinya semua motivasi yang bersifat positif akan mempengaruhi kegiatan belajar mengajar dan sangat penting untuk melakukan motivasi. terima kasih


Nama: Laili Hidayati
NIM : A1B110202
Seperti yan kita ketahui, peserta didik akan senang dengan kegiatan yang memberikan mereka peluang untuk bereprestasi, dari sekian banyak motivasi yang dipaparkan oleh kelompok 3, yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara kita sebagai calon pendidik untuk memberikan motivasi antara pembelajaran yang ada dikelas dengan prestasi yang mereka peroleh dari luar kelas agar keduanya bisa seimbang, "jika kasusnya saat itu, peserta didik lebih dominan mementingkan prestasi diluar yang tidak ada kaitannya dengan interaksi belajar mengajar di sekolah". Terimaksih

Nama: Norlaila
Nim: A1B110242

Mengenai motivasi, menurut kelompok kalian bagaimana agar diri kita selalu termotivasi terutama dalam pembelajaran?
terima kasih
.   

Terima kasih kami ucapakan kepada laili hidayati dan norlailia atas pertanyaannya.
Kami akan mencoba menjawab, Menurut kelompok kami, sebagai calon pendidik kita juga harus mendukung kegiatan siswa tersebut apalagi kegiatan itu memberikan hal yang positif terutama untuk prestasi siswa dibidang itu maupun bagi sekolah sendiri. Apalagi kegiatan itu mendapat prestasi, tentu mengharumkan nama sekolah. Tetapi mungkin hal yang terpenting dimana antara siswa dengan guru dapat saling berkomunikasi dan mengerti dalam konteks penilaian yang bagaimana agar nilai siswa tersebut tidak jelek dan menurun karena melakuakn kegiatan di luar lingkungan kelas. Ketika prestasinya atau pun nilai-nilai disekolah menurun, maka sebagai pendidik kita akan memberikan arahan dan bimbingan terhadap siswa tersebut. Jadi, intinya siswa dibantu orang tuanya dapat mengatur waktu sebaik mungkin antara keaktifan di dalam dan di luar sekolah sehingga dapat berjalan dengan seimbang.
Agar kita selalu termotivasi dalam pembelajaran, maka hendaknya adalah:
1. Mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan, karena tanpa adanya motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan misalnya “belajar”.
2. Motivasi yang berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
3. Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Karena, besar kecilnya motivasi seseorang akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pembelajaran.
Terima kasih
.

NAMA : AHMAD JAMALUDIN
NIM : A1B110204
assalamualaikum. wr.wb
saya sangat salut dan memberi jempol buat kelompok maupun yang bertanya serta yang menanggapi karena sudah memberi ilmu pengetahuan khususnya tentang Motivasi dan Aktivitas Pembelajaran, namun disini saya ingin bertanya kepada teman-teman semua, mulai dari kelompok 3 ataupun teman- teman yang lainnya.
Apakah seorang yang mempunyai kekurangan ( penyandang autis) masih mempunyai motivasi yang kuat dalam proses belajar sedangkan dilingkungannya mereka selalu mendapatkan ejekan dari teman-teman sebaya maupun di masyarakatnya? lalu motivasi apakah yang cocok untuk seorang penyandang autis tersebut? Terimakasih
.

Masih, karena tidak semua orang yang ada disekitarnya mengejeknya malah sebaliknya yang saya tahu kebanyakan orang malah memberi motivasi sehingga dia mampu bertahan dengan kekurangannya. Motivasi yang tepat buat ABK (anak berkebutuhan khusus) menyalurkan bakat dan minat dimilikinya.

Sebelumnya saya bertanya dulu kepada Ahmad Jamaludin apakah anda pernah mengejek ABK? Kalau pernah jangan diulangi lagi yaaa..hehehehheh
e
Abdul Gani
A1B108256

Tanggapan saya adalah seorang guru memang sangat penting memberikan motivasi kepada anak didiknya. Dengan motivasi yang baik maka anak didik akan merasakan:
1. Lebih giat/semangat untuk belajar
2. Akan memiliki pandangan/wawasan yang lebih luas
3. Akan lebih siap dengan tantangan yang ada di depan
4. Akan lebih semangat dan ingin secepatnya menggapai cita

Bagaimana kawan? Apakah setuju dengan pendapat saya?!
Iya saya setuju dengan tanggapan Abdul Gani. Terima kasih kawan :)

Nama : Hayatul Mursyida
Nim: A1B110212

Baiklah, berhubung di blog ini sangat ramai maka saya pun tidak mau ketinggalan untuk ikut serta meramaikannya…hahaha

Saya ingin bertanya kepada kelompok ini, apakah motif-mortif bawaan itu juga termasuk motivasi primer?
Lalu satu lagi yang ingin saya tanyakan adalah misalnya ada seorang pemuda yang sangat membutuhkan uang, kemudian dia termotivasi untuk mencuri. Nah hal tersebut termasuk motifasi ap
a?
Berbeda, bisa dilihat sudut pandangnya kalau motif bawaan itu dilihat dari dasar pembentukannya sedangkan motivasi primer dilihat dari segi biologisnya.Tetapi, kalau dilihat dari contoh ada kaitannya.
Termasuk dalam motivasi darurat dalam hal negatif. Harusnya, dia tidak ada motivasi untuk mencuri uang tapi dia harus termotivasi untuk mendapatkan uang secara halal.
Terima kasi
h.
Nama: Hayatul Mursyida
NIM: A1B110212

Menanggapi dari saudara jamal.
Apakah seseorang yang mempunyai kekurangan ( penyandang autis) masih mempunyai motivasi yang kuat dalam proses belajar sedangkan dilingkungannya mereka selalu mendapatkan ejekan dari teman-teman sebaya maupun di masyarakatnya? lalu motivasi apakah yang cocok untuk seorang penyandang autis tersebut?

Menurut saya, motivasi itu tidak hanya timbul dari diri sang anak itu sendiri, tapi memang perlu motivasi dari orang lain, baik guru, orang tua, maupun orang-orang terdekatnya. Kalau di tanya motivasi apa yang cocok untuk anak yang menyandang autis, maka setiap orang akan memiliki cara yang berbeda-beda yang dianggapnya lebih cocok. Namun kalau ditanya menurut saya, maka menurut saya adalah dengan cara dari diri kita sendiri dulu sebagai motivator harus sabar dalam menghadapi anak yang memang kurang, kemudian terus bimbing dia sampai dia bisa mendapatkan seperti orang-orang dapatkan, serta buatlah dia merasa bahwa hidupnya bermanfaat untuk orang lain.
Hanya itu dari saya untuk saudara jamal. Trms… :)



Maaf kawan-kawan saya sudah mengantuk sesi tanya jawabnya dicukupkan sampai di sini dulu. Terima kasih atas partisipasi dari kalian.
:)

Minggu, 17 Maret 2013

Anggota Kelompok 4

1. Okta Maria Ulva
2. Ahmad Jamaludin
3. Nor Laila
4. Paulina Novianti

HAKIKAT ANAK DIDIK

A.           Hakikat anak didik sebagai manusia
Sebelum  mempelajari secara khusus mengenai anak didik dalam kaitannya sebagai siswa, perlu kiranya melihat anak didik itu sebagai manusia dengan kata lain manusia adalah kunci utama dalam kegiatan pendidikan. Dalam hal ini, ada beberapa pandangan mengenai hakikat manusia.
1.      Pandangan Psikoanalitik
2.      Pandangan humanistik
3.      Pandangan martin buber
4.      Pandangan behavioristik

1.      Pandangan psikoanalitik
Para psikoanalitis beranggapan bahwa manusia pada hakikatnya digerakkan oleh dorongan-dorongan dari dalam dirinya yang bersifat instingtif . Tingkah laku individu ditentukan dan dikontrol oleh kekuatan psikologis yang memang sejak semula sudah ada pada diri setiap individu.

2.      Pandangan humanistik
Rogers, tokoh dari pandangan humanistik, berpendapat bahwa manusia memiliki dorongan untuk mengarahkan dirinya ketujuan yang positif.
Adler juga mendukung pandangan humanistik tersebut, ia berpendapat bahwa manusia tidak semata-mata digerakkan oleh dorongan untuk memuaskan kebutuhan dirinya sendiri, tetapi manusia digerkakkan dalam hidupnya sebagian oleh rasa tanggung jawab dan sebagian lagi oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu.

3.       Pandangan Martin Buber
Tohoh martin buber berpendapat bahwa hakikat manusia tidak dapat dikatakan ini atau itu. Manusia merupakan suatu keberadaan yang berpotensi, namun dihadapkan pada kesemestaan alam sehingga manusia itu terbatas. Ini berarti bahwa apa yang dilakukan tidak dpat diramalkan.

4.      Pandangan Behavioristik
Pandangan dari kaum behavioristik pada dasarnya menganggap bahwa manusia sepenuhnya adalah makhluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor yang datang dari luar. Faktor lingkungan inilah yang merupakan penentu tunggal dari tingkah laku manusia.

B.            Anak didik sebagai subjek belajar
Siswa atau anak didik adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar, sebab relefan dengan uraian diatas bahwa siswa atau anak didiklah yang menjadi pokok persoalan dan sebagai tumpuan perhatian. Siswa atau anak didik itu akan menjadi faktor “ penentu”, sehingga menuntut dan dapat menpengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Dengan demikian, tidak tepat jika dikatakan bahwa siswa atau anak didik itu sebagai objek dalam proses belajar mengajar. Pandangan yang menganggap siswa itu sebagai objek, sebenarnya mendapat pengaruh oleh konsep tabularasa bahwa anak didik diibaratkan sebagai kertas putih yang dapat ditulis sekehendak hati oleh para guru atau pengajarnya. Dalam konsep ini berarti siswa hanya pasif seolah-olah barang, terserah mau diapakan, mau dibawa kemana, terserah kepada yang akan membawanya atau gurunya. Sebaliknya guru akan sangat dominan, ibarat raja di dalam kelas.

C.            Kebutuhan Siswa
Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi kebutuhan siswa, antara lain:
1.      Kebutuhan jasmani
2.      Kebutuhan sosial
3.      Kebutuhan intelektual

1.       Kebutuhan Jasmani
Hal ini berkaitan dengan tuntutan siswa yang bersifat jasmaniah, entah yang menyangkut kesehatan jasmani berupa olahraga yang menjadi materi utama. Disamping itu kebutuhan-kebutuhan lain seperti makan, minum, tidur, pakaian, dan sebagainya yang perlu mendapat perhatian.

2.      Kebutuhan Sosial
Pemenuhan saling bergaul sesama siswa dan guru serta orang lain merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan sosial anak didik atau siswa. Dalam hal ini sekolah harus dipandang sebagai lembaga tempat para siswa belajar, bergaul, dan beradaptasi dengan lingkungan, seperti misalnya bergaul sesama teman yang berbeda jenis kelamin, suku bangsa, agama, status sosial, dan kecakapan.

3.      Kebutuhan Intelektual
Setiap siswa tidak sama dengan dalam hal ini untuk mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan. Mungkin ada yang lebih berminat belajar ekonomi, sejarah, biologi, atau yang lain. Minat semacam ini tidak dapat dipaksakan kalau ingin mencapai hasil belajar yang optimal.
Robert J. Havigurst dalam bukunya “Human Development Education”, mengemukakan suatu cara untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak didik. Menurut tokoh ini bahwa setiap orang harus dapat memenuhi tugas. Tugas tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pemenuhan tugas-tugas tertentu itulah disebutnya dengan  istilah Developmental tasked. Kesanggupan memenuhi tugas-tugas itu berarti akan memberi kepuasan dan kebahagiaan. Inilah yang dikatakan seseorang dapat memenuhi kebutuhannya. Berikut ini adalah beberapa develomental tasked yang harus dipenuhi oleh setiap individu manusia subjek belajar.
1.      Memahami dan menerima baik keadaan jasmani.
2.      Memperoleh hubungan yang memuaskan dengan teman-teman sebayanya.
3.      Mencapai hubungan yang lebih matang dengan orang dewasa.
4.      Mencapai kematangan emosional.
5.      Menuju kepada keadaan berdiri sendiri dalam lapangan finansial.
6.      Mencapai kematangan intelektual.
7.      Membentuk pandangan hidup.
8.      Memperisapkan diri untuk mendirikan rumah tangga sendiri.

D.           Pengembangan individu dan karakteristik siswa
Sudah populer di indonesia bahwa tujuan pendidikan nasional pada khususnya dan pembangunan pada umumnya adalah ingin menciptakan “manusia seutuhnya”. Yang dikatakan manusia utuh itu adlah individu-individu manusia, bukan kelompok sehingga manusia seutuhnya itu adalah persona atau individu yang mampu menjangkau segenap hubungan dengan Tuhan, dengan lingkungan, dengan manusia lain dalam suatu kehidupan manusia dan dengan dirinya sendiri.
Karakteristik siswa adalah keseluruhan kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya. Berikut ini adalah beberapa karakterisitik siswa yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa antara lain:
1.    Latar belakang pengetahuan dan taraf pengetahuan
2.    Gaya belajar
3.    Tingkat kematangan
4.    Motivasi dan lain-lain.
Disamping keterangan di atas, guru dalam peranannya sebagai pendidik, pembimbing dan pengganti orang tua di sekolah, perlu mengetahui data-data pribadi dari anak didiknya. Data-data pribadi itu, misalnya:
1.    Keterangan pribadi, seperti: nama, tanggal dan tempat lahir, alamat, jenis kelamin, nama orang tua, agama.
2.    Keadaan rumah, seperti: pekerjaan ibu dan bapak, jumlah adik, pendidikan orang tua, agama orang tua, suasana rumah, status rumah.
3.    Kesehatan, seperti penyakit-penyakit tertentu, cacat badan, kebiasaan hidup.
4.    Sifat-sifat pribadi.

Sumber:
     Sadirman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:
               Rajagfarindo Persada.